Ibuku sering bilang, aku ini adalah tipikal orang yang setengah-setengah. Weiitss, bukan berarti bahwa aku ini setengah manusia setengah dewa..hehe..

Setengah-setengah yang kumaksud disini adalah dalam hal menjalani hidup. Dalam hal mengambil keputusan. Dalam hal mempertahankan tekad dan kemauan. Yah,, oke bu, kuakui, aku memang amat sering bersikap setengah-setengah.

Misalnya, saat masih anak-anak (aku sekarang sudah dewasa muda lo, karena menurut definisi WHO , anak itu cuma sampe usia genap 18 th..halah!!) aku pernah memutuskan untuk membuka perpustakaan di rumah yang isinya adalah kumpulan majalah, tabloid, dan juga koleksi komik aku dan kakakku. Rencana udah dibuat. Niat sudah ada. Ibu sudah setuju. Teman-teman kami sudah tahu..tapi,, karena seperti yang kubilang, aku ini setengah-setengah, karena itu rencana ini cuma bertahan beberapa hari saja..fyuuh,,

Pernah juga aku bertekad ingin mengasah kemampuan melukis. Bisa dibilang, keluargaku dari pihak Ayah emang punya darah seni lukis yang amat sangat tinggi. Ayah sudah amat sangat mendukung. Tapi, lagi-lagi,, hanya setengah(seperlima jalan bahkan, mungkin^^)
Begitu terus berulang-ulang.

Bu, aku mau ikut les tari. Ibu bilang iya.

Bu, aku daftar les komputer ya?? Ibu mengangguk.

Bu, aku pindah tempat aja deh les inggrisnya..temen2ku pada
pindah..ibu mengangguk lagi.

Hmm,,aku sekarang mau ngoleksi all about Mickey Mouse ahh..(tentu saja saat itu aku tidak bilang “all about” ya..hoho)

Aku mau koleksi DVD Tom&Jerry. Mau rajin membuat puisi. Mau rajin mengirim kuis ke majalah Bobo. Mau rajin ikut lomba mengarang. Mau ini mau itu banyaak..sekali..

Semuanya yang aku lakukan, hingga sekarang mungkin, sepertinya belum ada yang kulakukan secara total. Semuanya..lagi-lagi,,hanya keinginan sesaat. Hanya keputusan yang buru-buru. Contoh-contoh yang kukemukakan di atas itu, mungkin cuma contoh sepele, dan mungkin kau pikir, itu normal. Namanya juga anak-anak. Selalu cepat bosan. Kuakui, sedikit saja halangan saat itu bisa membuatku putar haluan.

Masalahnya adalah, bagaimana kalau aku tidak bisa berubah? Bagaimana kalau sifat setengah-setengah itu aku bawa sampai tua? Bagaimana kalau kuterapkan sifat jelek ini saat mengambil suatu keputusan besar? Bagaimana kalau sifat setengah-setengah ini merugikan orang lain?bagaimana kalau…..??

(tiba-tiba tercetus pikiran, ibu dan ayahku benar-benar sudah kubuat rugi..hiks hiks)

Sekarang kamu tahu kan, setengah-setengah yang kumaksud itu mungkin mirip dengan kurang teguh pendirian. Plin-plan. Anget-angetan doang. Cepat bosan. Tidak total.

Mempertahankan niat itu menurutku sangat susah. Apalagi kalau niat itu hanya berkaitan dengan diri sendiri,, tentu akan sangat mudah untuk memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri.

Padahal, menurutku, kita baru bisa berhasil dalam hidup jika kita total. All out. Teguh pada tekad. Tahan banting. Bagaimana aku bisa mengasah skill kalo selalu seperti itu?(jangan-jangan kegiatan nulis di blog ini juga akan setengah-setengah?? God..i hope not!!). Bagaimana aku bisa menjalani tanggung jawab sebagai makhluk Tuhan? Sebagai anak, adik, kakak, teman??

Mungkin ada yang akan berpikir, ketakutan ini berlebihan. Menurutku normal. 18 tahun hidup di dunia dengan hampir selalu bersikap setengah-setengah seperti itu sudah membuat aku cukup sadar dengan konsekuensinya. Hanya saja, yah, mungkin lain kali saja baru akan kuceritakan.

Ada yang bisa kasih komentar? Saran??