Bismillah..

Alhamdulillah masih bisa nulis lagi disini..^^

Ada yang bilang, kita hidup bukanlah untuk memenuhi ekspektasi orang lain.

Mmm, benar juga.

Intinya, kita tidak harus menjadi seperti yang orang lain inginkan, dan begitu juga, dunia pun tidak harus selalu menjadi seperti yang kita harapkan.

Wah, pasti senang sekali ya kalo kita bisa menjalani hidup seperti itu. Tenang, tidak terbebani, mengalir, dan ikhlas.

Tidak usah sibuk dan pusing memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita, karena isi pikiran mereka pun sebenarnya dipenuhi kekhawatiran yang sama…

Menenangkan sekali ya kata-kata ini.

Tapi, mungkin sah-sah saja kalau kita merasa seperti itu. Toh, kita manusia. Makhluk sosial yang selalu berinteraksi sama orang lain. Segala gerak gerik, rasanya harus menyesuaikan dengan apa yang ada di pikiran orang banyak. Apa yang orang lain harapkan, rasanya harus kita penuhi.

Tapi, kalo hidup ini menjadi beban karena berpikiran seperti itu, bagaimana?

Bukankah berat sekali ya kalo harus menjalani hidup ini hanya semata-mata karena ingin memenuhi harapan orang lain?

Tapi memangnya salah total ya kalo kita hidup atas pengharapan orang lain?

Oke, ada yang harus kita luruskan. “Hidup semata-mata untuk memenuhi harapan orang lain” itu berbeda dengan “hidup dengan harapan untuk membahagiakan orang lain..”

Kalo hidup kita hanya berorientasi pada pemenuhan atas harapan orang lain, siapapun orang itu, kita akan merasa amat sangat bersalah saat gagal. Dan ini bisa menjadi rasa bersalah yang tidak sehat.

Pernah dengar gak tentang orang yang bahkan tidak bisa menjadi dirinya sendiri karena terlalu sibuk memikirkan apa yang akan orang lain nilai tentang dirinya? Padahal, ayolah, apalah arti sebuah penilaian.

Pandangan dan pendapat dari satu orang belum tentu benar. Yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan pandangan dan penghargaan atas diri sendiri, bukan pemikiran orang lain.

Tapi,, ini penting ya!! Bukan berarti kita jadi tidak mau mendengar penilaian orang lain ,, tapi jangan sampai penilaian orang lain membuat kita merasa rendah dan tidak mau menghargai diri kita seperti adanya kita. Ingat, tidak semua perkataan orang harus didengarkan.

Nah, akan beda rasanya kalau kita hidup dengan harapan sendiri, cita-cita sendiri, tapi bertujuan untuk membahagiakan yang lain. Kegagalan, halangan, akan bisa dilewati karena ada motivasi yang sehat. Yang membuat kita termotivasi, tapi tidak terbebani.

Mm, kenapa aku jadi bingung sendiri ya??jadi bertanya-tanya…apakah selama ini aku sudah hidup atas motivasi yang sehat??

Okeh, begitulah kira-kira..jadi, kesimpulan dari cerita ini adalah..

Be yourself!! Khafilah menggonggong,, eh, salah^^ ..maaf..maksudku, anjing menggonggong khafilah tetap berlalu. Tapi mungkin ada benarnya kalau kita mau mendengar apa suara gonggongannya, bisa jadi itu gonggongan yang membangun kan??!!hoho.. dengarkan, lalu berlalu.

Jalani hidup atas ekspektasi yang wajar, jangan berlebihan.

Dengarkan pendapat orang lain, tapi jangan biarkan pemikiran mereka menjatuhkanmu..

Hidup ini cuma sekali kan??!!
Karena itu, berharaplah yang baik, berbuatlah yang baik, dengarkanlah apa yang baik, itu saja..

–semoga bermanfaat–