Pernahkah kamu bermimpi saat tidur lalu lupa apa mimpimu saat bangun?

Pastinya pernah kan?? Nah, lalu kenapa sih ada mimpi yang bisa diingat dan ada yang tidak??

Karena penasaran, aku jadi mencari-cari kenapa, dan secara tak sengaja jawabannya kutemukan di artikel majalah RDI koleksi lama ku.
Nah, ternyata,

Mimpi diingat atau tidak itu bergantung dengan di tahap tidur mana kita bangun.

Jadi, berdasarkan prosesnya, perubahan keadaan dari sadar menjadi tidur terdiri dari beberapa tahap. Saat beranjak tidur, kita mengalami N1 atau light sleep drowsiness yang ditandai dengan pikiran melayang, namun masih sadar dengan kondisi sekitar.

Kemudian, tidur kita akan lebih nyenyak (N2), tapi masih mudah terbangun. Lalu, berlanjut menjadi tidur yang lebih nyenyak lagi dan lebih sulit terbangun (N3).

Setelah itu, kita akan masuk ke tahap mimpi atau R (Rapid Eye Movement/REM).

Setiap tahap akan terjadi beberapa kali dalam semalam, termasuk tahap R. rata-rata orang bisa bermimpi sebanyak empat hingga enam kali. Namun, kita baru dapat mengingat suatu mimpi jika kita langsung terbangun pada saat tahap R terjadi.

Tetapi, pada sebagian kasus, kita masih dapat mengingat mimpi walaupun tidak terbangun saat fase R, hal ini karena mimpi membangkitkan emosi kita, jadi masih bisa diingat saat kita terbangun.

Sumber: RDI Desember 08