Archive for June, 2009

welcoming July,,

alhamdulillah.
alhamdulillah.
alhamdulillah.

senang sekali,,
akhirnya menginjak bulan Juli.
sebentar lagi bisa mudik ,libur dari rutinitas kampus,,ahayyy aseeekk ;p

oia, hari ini, 1 juli 09,
adek saya yang paling amat dan sangat teramat saya cintai akan genap berusia 8 tahun. lebih tepatnya sih jam7 nanti malam.
selamat hari lahir ya adekku sayang.
semoga selalu bisa menjadi kebanggaan keluarga.
cepatlah besar, dan tundukkan keangkuhan dunia(halah!!)
semoga kamu selalu bahagia di dunia wal akhirat.amiin

okeh.
welcome July,
semoga bulan ini bisa menjadi lebih berkah,
semoga saya bisa makin memanfaatkan waktu,

dan,
semoga Allah masih mengizinkan saya untuk menyapa bulan Juli tahun depan!! amiin.

dan satu lagi,
semoga Allah mengizinkan saya untuk berjumpa dengan ramadhan tahun ini 🙂 amiiiin..

kata cinta..

satu kata cinta Bilal : Ahad!!

dua kata cinta Sang Nabi: “selimuti aku,,”

tiga kata cinta Ummu Sulaim: Islammu, itulah maharku!!”

empat kata cinta Abu Bakar: “ya Rasulallaah, saya percaya..”

lima kata cinta Umar: “ya Rasulallaah, ijinkan kupenggal lehernya!”

subhanallah.
begitulah, teladan kita, mencontohkan bagaimana harusnya mencintai karena Allaah ta’alaa..

sederhana,
namun mengena.

taken from :jalan cinta para pejuang by salim a.fillah..

like this. like this. like this..:)

Heart of a Muslim

Just wanna share one of my favourite nasheed..

Heart of a Muslim
by Zain Bhikha

this is the lyrics..hearttouching!!

Looking up at the sky, searching for Allah most High
He rejected the way of worshipping Gods of clay
Prophet Ebrahim knew that Allah was near
And that the heart of a Muslim is sincere

Under the hot burning sun, he declared God is one
Though with stones on his chest, his Imaan would not rest
The Muadhin knew that right would conquer wrong
And the heart of a Muslim must be strong

Chorus:
It’s the heart of a Muslim through the guidance of Islam
That makes you fair and kind and helpful to your fellow man
So living as a Muslim means that you must play a part
Allah looks not at how you look, but what is in your heart

In our poor meager state, little food on our plate
Mother said she was glad, always sharing what we had
When I asked how can we share what’s not enough
She said the heart of a Muslim’s filled with love

He said its time you should know, you will learn as you grow
That some people around will do what’s bad to bring you down
Father said to be a star that’s shining bright
For the heart of a Muslim does what’s right

It’s the heart of a Muslim through the guidance of Islam
That makes you fair and kind and helpful to your fellow man
So living as a Muslim means that you must play a part
Allah looks not at how you look, but what is in your heart

So whatever you do, make sure your words are true
Honesty is the best, because life is a test
Even if it hurts so much you want to cry
For the heart of a Muslim does not lie

So living as a Muslim means that you must play a part,,
Allah looks not at how you look, but what is in your heart..

actually, the last lyrics is so motivating,,

Allah looks not at how you look, but what is in your heart..

wanna know more?? get it from here

bye..

sauna & muhasabah :)

assalamu’alaikum..

hari ini saya mencoba sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.
saya dan 2 orang teman saya hari ini mencoba: s a u n a ! !

saya sebetulnya tidak terlalu penasaran, hanya kepengen tau,, hehe.
tempat sauna ini ada di sebuah pusat kebugaran di……ada deh. disensor. ntar dikira promosi 🙂

ruangannya berdinding kayu, termasuk lantainya. dan ruangan ini sangat tertutup.
cahayanya temaram, hanya ada 1 buah lampu kuning yang nyalanya pun redup 😛

nah, begitu masuk ke dalam ruangannya..
astaganaga!!
panasnyaa..naudzubillah.

saya sudah sering merasakan panasnya matahari di jakarta, tapi ternyata itu belum seberapa.
ntah kenapa tadi panas sekali, padahal teman saya yang sudah pernah ke sana bilang bahwa biasanya tidak sepanas itu.

hmm, kami mencari posisi masing-masing.
saya duduk di sudut ruangan, mencoba bertahan.
mata saya memicing karena perih,
bernapas saja pun susah. hawa nya panas sekali, begitu dihirup, hidung saya tidak kuat.
sayang sekali saya tidak sempat melihat berapa suhunya lewat termometer yang ada di dinding ruangan.
pokoknya, panas sekali.

jelas, dalam waktu yang singkat, saya sudah seperti kepiting rebus.
muka memerah, kulit pun berasa merekah..(emang bunga!!).

saya mencoba menikmati, menarik napas pelan-pelan, dan menguasai keadaan serta berkonsentrasi.
ternyata susah sekali.

dalam keheningan itu, saya tiba-tiba teringat.
sauna saja sepanas ini.
lah, bagaimana rasanya di neraka??

sungguh, saya tidak kuat.

>> saya membayangkan, apinya kan berjuta-juta kali lipat lebih panas dan garang.
>> Lamanya!! berjuta2 tahun. dan perbandingan waktu di dunia dan di akhirat itu jauh berbeda kan ya??
>> belum lagi berbagai siksaan lainnya.. (saya cuma teringat kisah waktu kecil, kabar yang beredar sih di neraka itu akan ada yang dilempari batu-batu dan ada juga yang ditusuk/disiksa dengan besi panas membara)

naudzubillah.

saya diam untuk sesaat. kini saya tahu, direbus itu sungguh tidak mengenakkan (padahal baru di sauna beberapa menit saja).
saya tidak sanggup membayangkan lebih jauh.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”, (Q.S. ATahrim: 6)

*saya baru sadar, sauna adalah tempat yang tepat untuk bermuhasabah !!*
* haha gak penting*
* kabur sebelum dilempar sandal *

wassalamua’laikum,,
minggu, 21 Juni 2009 : 14.52

v i s i o n

Hari ini saya menemukan sebuah quote dari seorang wanita tangguh, dikenal sebagai American Author and Educator.
who is she?? yupp!! Helen Keller yang buta lagi tuli..
begini bunyi quote itu:

“The only thing worse than being blind is having sight but no vision.”

astaga!!
saya baru sadar.
tidak ada gunanya kita bisa melihat dengan pandangan mata yang jelas, tapi tidak punya visi untuk menjalani hidup.

percuma kita bisa melihat bahwa dunia itu luas, bahwa bumi itu bulat, bahwa langit itu biru, bahwa air itu mengalir, tapi kita tidak tahu siapa, apa, dan untuk apa kita ada.
percuma kita bisa membaca rangkaian huruf yang tersusun dalam kalimat indah, menulis kata-kata, namun tidak bisa menciptakan visi bagi kita sebagai manusia.

saya teringat satu quote lainnya dari Jonathan Swift yang pernah dinukil oleh seorang dosen saya yang kebetulan adalah seorang dokter spesialis mata.

“Vision is the art of seeing things invisible.”

yah. visi itu seni.
tidak semua orang bisa menjalankan visinya.
tidak semua orang bisa membuatnya.
bahkan, tidak semua orang sadar bahwa hidup ini perlu visi.
lebih parah lagi, banyak yang tidak tahu visi itu apa dan untuk apa.

sesungguhnya, jika kita mempunyai visi hidup yang jelas, maka langkah kita akan terarah karena kita tahu kemana tujuan kita.
berbeda dengan mereka yang membiarkan “hidupnya mengalir seperti air.”
sejujurnya saya bingung dengan “mengalir seperti air ini.”
apakah itu berarti kita hidup dengan santai?pasif?

ada yang bilang itu artinya menikmati hidup.
padahal menurut saya tidak juga. dalam hidup kita harus hati-hati agar tidak terbawa arus.
saya pikir, mengalir seperti air artinya hidup seperti orang kebanyakan. mengikuti tabiat sekitar.

mending kalau kita hidup di tengah masyarakat yang produktif, kita akan ikut-ikutan mengalir sebagai air yang produktif.
lah?? kalau tidak?? hehe.
hmm, sepertinya penggunaan “mengalir seperti air” ini harus diperhatikan lagi yaa.. 🙂

kembali ke “visi”.
jadi, hidup ini kuduwajibmustiharus punya visi.
paling tidak kita tahu ke arah mana kecenderungan kita.
dan dengan memiliki visi, paling tidak kita telah membuat perencanaan ingin menjadi seperti apa, ingin berbuat seperti apa.

” kejahatan yang terencana akan mengalahkan kebaikan yang tidak terencana”
” gagal dalam berencana, berarti merencanakan untuk gagal”

jadi,,
siapkan visi kita, belum terlambat untuk memulai.
yakini dan pahami.
lalu jalani.

jangan sampai kita buta lalu salah melangkah, apalagi sampai terperosok ke lubang, bukan karena cacat nya mata, tapi karena tidak bisa memandang dengan jelas apa yang ada di depan kita.

sekian.
semoga bermanfaat 🙂

Like Father Like Son :)

Data Buku
Judul :Like Father Like Son
Penulis :Mohamad Zaka Al Farisi
Penerbit :MQ Gress
Tempat/tahun terbit :Bandung, April 2007
Tebal :272+xiii halaman

Resume

Buku ini bisa diibaratkan sebagai chicken soup islami, isinya adalah berbagai kisah, yang sarat hikmah tentu saja, yang ditulis dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, ringan dan menarik. Kisah-kisah dalam buku ini terutama terdiri atas dua tema, yaitu akidah dan akhlak. Salah satu kisah dalam buku ini adalah mengenai setan gemuk dan setan kurus.

“Teman, mengapa tubuhmu kurus dan dekil begitu?”Tanya setan gemuk dengan nada heran.

“Aku tidak bisa makan dan minum, tidur juga tidak nyenyak. Para penghuni rumah selalu ingat kepada Allah. Saaat makan mereka membaca doa. Saat masuk rumah, mereka selalu mengucap salam. Demikian pula saat tidur, mandi, berpakaian, dan sebagainya. Mereka tidak lupa membaca doa. Itu sebabnya aku tidak bisa makan, tidak bisa masuk rumah dan tidak bisa beristirahat. Terus, bagaimana engkau bisa sehat dan gemuk seperti itu?”

“Aku serba enak. Makan kenyang, tidur nyenyak, dan pakaian juga nyaman karena penghuni rumah jarang ingat kepada Allah”kata setan gemuk.

Cuplikan tersebut menyiratkan suatu bahan renungan, pelajaran, dan teladan bagi kita. Itulah yang hendak diketengahkan oleh penulis dalam buku ini. Bahwa dengan bercerita melalui kisah, mungkin pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah diserap. Salah satu sebabnya boleh jadi karena kisah tidak terkesan menggurui. Kalimat-kalimatnya mengalir, membuat kita betah, dan pesan-pesan yang terkandung akan akan gampang kita ingat.

kisah lainnya misalnya mengenai debat seorang ulama dengan ilmuwan kafir, dimana ulama tersebut bisa menjawab telak pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh si ilmuwan mengenai adanya Allah. Begitu juga dengan Like father like son yang dijadikan judul buku ini yang juga memberikan bahan renungan yang tidak kalah pentingnya.

Diberi judul “Like Father Like Son”, buku ini menyuguhkan semacam “penghangat jiwa”. Berbagai kisah menarik penuh hikmah dan sarat moral untuk kita mulai dari zaman kenabian dan khalifah yang terdapat di dalamnya dapat kita jadikan teladan, pelajaran , renungan, dan pedoman terutama dalam berprilaku sehari-hari.

Ada kisah mengenai kebaikan, kesabaran, ketulusan , dan kejujuran di dalamnya. Ada juga kisah mengenai perlawanan, penghianatan, dan kehancuran. Namun, pada akhirnya sebuah kisah hanyalah untaian kata-kata, bahkan mungkin tanpa makna apa-apa. Oleh karena itu, hal terpenting adalah bagaimana menyerap nilai-nilai yang dipesankan dalam sebuah kisah dan kemudian mengamalkannya.

ini salah satu buku favoritku. enak dan ringan dibaca. selamat baca..:)

bagaimana menjadi Moderator yang baik?

sebenarnya artikel ini adalah artikel yang saya buat saat masih menjadi mahasiswa tingkat satu. saat itu, demi mendapatkan kelulusan untuk bergabung di sebuah badan kemahasiswaan, saya rela dminta mengerjakan tugas ini oleh seorang senior saya. yah, daripada mubazir, saya bagi disini saja.

jadi, bagaimana caranya jadi moderator yang baik??

Dalam benak kita selama ini, kesuksesan suatu seminar mungkin hanya ditentukan oleh pembicaranya, materinya, dan sebagainya.

Pernahkah terpikir bahwa sesungguhnya moderator adalah juga salah satu kunci kesuksesan seminar tersebut? Sebenarnya, menjadi moderator adalah tugas yang sulit. Hal ini dikarenakan moderator adalah pemegang kendali, pemegang kontrol dari suatu acara, katakanlah seperti suatu seminar tadi. Kadang-kadang pembicaraan dari pembicara maupun peserta menyimpang dari topik, kadang pembicara berbicara terlalu banyak sehingga menghabiskan waktu bicara bagi pembicara lainnya, kadang terjadi ketegangan antara pembicara dan peserta, dan sebagainya. Karena itulah, peran dari seorang moderator amat penting. Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjadi moderator handal.

# Persiapkan dan bekali diri dengan materi seminar. Hal ini penting bagi moderator, karena pada saat seminar berlangsung, moderator bisa memancing pertanyaan peserta pada saat tanya jawab dengan menggunakan bekal ilmu dasar yang sudah dimilikinya. Bandingkan dengan moderator yang tidak mengerti apapun mengenai isu yang sedang dibicarakan.

#Pelajari baik-baik riwayat hidup para pembicara. Bila kurang jelas, tanyakan terlebih dahulu sebelum seminar dimulai. Jangan sampai kita terlihat tidak tahu apa-apa mengenai pembicaranya. Jika harus membaca biografi pembicara, bacalah dengan jelas dan singkat. Tidak usah dibaca semua jika dirasa terlalu panjang. Karena itu tandailah sebelumnya bagian mana yang penting dan perlu diketahui oleh peserta. Jika pembicara boleh memperkenalkan diri sendiri, beri batasan waktu.

#Berlatihlah kira-kira 2-3 menit sebelum seminar berlangsung sebagai pemanasan.

#Ucapkan kata-kata dengan suara lantang, tegas, namun bersahabat. Sesuaikan dengan tema seminar dan juga audiens. Apakah boleh tersenyum, memberi sedikit lelucon, ataukah harus menciptakan suasana yang sedikit serius. Bedakan jika memberi seminar kepada anak SD dan kepada mahasiswa.

#Jaga kontak mata dengan peserta dan juga pembicara selama seminar berlangsung.

#Atur suasana tenang saat pembicara sedang di depan dan atur agar suasana diskusi/tanya jawab (bila ada) berjalan lancar dan terkendali. Moderator harus pandai membaca suasana untuk mengatur jalannya seminar, kapan peserta boleh bertanya, berikan kesempatan kepada pembicara saat pembicara terlihat siap untuk menjawab, dan sebagainya. Jika seminar terlihat membosankan, beri sedikit “sisipan” untuk menyegarkan pikiran dan menghidupkan suasana.

#Perhatikan waktu/durasi dengan teliti. Mulai dan akhirilah seminar tepat pada waktunya.

#Untuk menjadi moderator yang baik tentu kita harus memiliki skill dalam public speaking. Karena itu, berlatihlah terus menerus untuk berbicara di depan orang banyak dan menciptakan suasana nyaman dalam berbicara. Latihan juga berguna untuk membiasakan diri dan menghilangkan rasa gugup.

yang terpenting adalah berlatih.
ingat, practise makes perfect.
dan ingat, preparation perfects performance!!
selamat mencoba.