Archive for September, 2009

kemarin, hari ini, dan esok

ini adalah salah satu puisi favorit saya, sejak pertama kali membacanya..kira-kira setahun yang lalu.
sederhana tapi mengena, terutama buat saya 🙂
enjoy 😀

Kemarin, Hari Ini, dan Esok

hari ini adalah hari esok yang kucemaskan kemarin..
dan hari ini cerah sekali,
sehingga aku bertanya-tanya mengapa aku mencemaskan hari ini kemarin.
maka hari ini aku tidak akan mencemaskan hari esok..
lagipula, mungkin tidak akan ada hari esok,,
maka hari ini aku akan hidup seolah hari esok tak ada..
dan aku akan melupakan hari kemarin,,,

hari ini adalah hari esok yang kurencanakan kemarin,
dan hampir semua rencanaku untuk hari ini tidak berjalan seperti yang kukira kemarin..
maka hari ini aku akan melupakan hari esok dan aku akan merencanakan hari ini..
tetapi tidak terlalu habis-habisan
hari ini aku akan berhenti untuk menghidu sekuntum mawar
aku akan mengatakan kepada orang yang kucintai betapa aku mencintainya..
akau akan berhenti merencanakan hari esok dan berencana untuk menjadikan hari ini hari terbaik dalam hidupku..

hari ini adalah hari esok yang kutakutkan kemarin..
dan hari ini ternyata tidak ada yang harus kutakutkan..
maka hari ini akan kuenyahkan rasa takut akan hal-hal yang tak kuketahui..
aku akan merangkul hal-hal yang tak kuketahui itu sebagai pengalaman belajar..
hari ini, tidak seperti kemarin, aku tidak akan menakutkan hari esok

hari ini adalah hari esok yang kuimpikan kemarin,,
dan sebagian dari mimpi yang kumimpikan kemarin jadi kenyataan hari ini..
maka hari ini aku akan terus memimpikan esok
dan mungkin ada lebih banyak lagi mimpi yang kuimpikan hari ini yang akan jadi kenyataan besok.

hari ini adalah hari esok yang tujuannya kutetapkan kemarin,,
dan aku mencapai sebagian tujuan itu hari ini..
maka hari ini aku akan menetapkan tujuan yang sedikit lebih tinggi untuk hari ini dan esok,
dan jika esok ternyata seperti hari ini..
aku pasti akan bisa mencapai semua tujuanku suatu saat nanti!!

–dikutip dari buku Satu Tiket ke Surga, oleh Zabrina a.bakar–

curhat geje

sabtu.
12 September 2009.
12.05.

benar-benar seminggu yang mellow.
selain mengalami peningkatan kualitas kemalasan yang luar biasa, saya mendadak jadi cengeng.
berkali-kali menangis, dengan air mata
dan berpuluh kali menangis dalam hati

entahlah, mungkin sudah saatnya
melepaskan ini dan itu
mungkin sudah masanya
saya harus menyerah
dan mengakui
bahwa saya sesungguhnya sangat lemah
lemah

tapi seseorang mengingatkan,
seorang mukmin tidak akan berhenti sampai kakinya menginjak surga
saya tertegun.
loh, bagaimana?

tapi saya ini, sungguhlah lemah.
aah, entahlah

* curhatan yang g jelas
ah, hati. ayo bersemangat!!

sembilan belas

ayah, lihat.
hari ini usiaku bertambah satu.
sembilan belas tahun, hitunganku
sekalipun seperti katamu, berkurang sisa umurku

ayah, aku ingin sekali
membaca ucapan selamat darimu di inbox ku lagi
lalu membalasnya dengan cinta yang penuh

ayah, lihat.
hari ini sudah sembilan belas tahun umurku
dan hari ini, tanggal yang bagus sekali
semuanya berangka sembilan!!
yang seperti katamu dulu, angka keberuntunganku

ayah, ingat tidak?
sepuluh tahun yang lalu,
kau tuliskan angka kenangan ini
” 09-09-99. umur saya 9 tahun”
lalu kita pandangi tulisan itu
berdua, dalam diam

meski dulu aku tak paham
bertambah umur bagiku, berarti bertambah kebahagiaan
jika tahu umur itu yang akan membawamu,
tak akan pernah kunanti pergantian hari

dan ayah,ukiranmu itu masih ada
seringkali aku pandangi, dengan rasa perih

ayah, aku tahu
kita tidak pernah benar-benar dekat
tapi aku tidak paham
dan sungguh tidak paham
kenapa ada yang hilang
kenapa ada yang kurang
sejak kau genapkan perjanjianmu denganNya

ayah, tidak pernah bisa aku katakan
betapa sesungguhnya kau ada
di sini, di dada ini
tidak pernah aku ucapkan
“aku sayang ayah”
seperti sering kubaca di buku cerita

entahlah, ayah
kembali aku tak paham
mungkin aku yang terlalu angkuh
atau kau memang mengajarkanku begitu
bahwa kata-kata, kadang menjadi tidak perlu

ayah, rasanya sakit
sakit sekali
belum sempat aku mewujudkan mimpi-mimpi
belum sempat kuberikan rasa itu
rasa bangga, bahwa kau memiliki aku

ayah, lihatlah
aku sudah sembilan belas tahun
dan masih, ayah
masih perih, saat bayangmu datang lagi

– ditulis pada 09.09.09
di hari ulang tahunku yang ke 19
dengan rasa rindu yang amat dalam
pada dia yang disana
janjiku ayah, akan menjadi seperti mimpimu–

cuma catatan singkat

bismillaah.
postingan setelah hampir 2 bulan blog ini gak saya update 😦
hiks.
akhirnya.
insyaAllaah mau rajin lagi :p

cuma catatan singkat 🙂

akhir2 ini lagi banyak berpikir,
tiba2 jd sering mengingat2 yang udah lewat, menyesali apa-apa yang sepertinya salah, yang kurang sempurna, dan berandai2 andaikan semuanya jadi benar sesuai akal dan nafsuku.

tapi alhamdulillaah, Allaah sudah menjawabnya.

mulai sekarang, tak akan lagi aku gelisah, marah, menyalahkan diri ataupun oranglain. apapun yang terjadi. insyaaAllaah 🙂
karena sepenggal ayatNya ini:

“…(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak..” (QS. An Nisa:19)

pasti. Allah pasti menjadikan kebaikan yang banyak dalam setiap hal yang aku lalui.
pasti. maka aku tak perlu ragu atau sedih lagi 😀
pasti. maka sabar, cukup kuteguhkan ia di hati..

alhamdulillaahi ‘alaa kulli haal.