ini adalah salah satu puisi favorit saya, sejak pertama kali membacanya..kira-kira setahun yang lalu.
sederhana tapi mengena, terutama buat saya🙂
enjoy😀

Kemarin, Hari Ini, dan Esok

hari ini adalah hari esok yang kucemaskan kemarin..
dan hari ini cerah sekali,
sehingga aku bertanya-tanya mengapa aku mencemaskan hari ini kemarin.
maka hari ini aku tidak akan mencemaskan hari esok..
lagipula, mungkin tidak akan ada hari esok,,
maka hari ini aku akan hidup seolah hari esok tak ada..
dan aku akan melupakan hari kemarin,,,

hari ini adalah hari esok yang kurencanakan kemarin,
dan hampir semua rencanaku untuk hari ini tidak berjalan seperti yang kukira kemarin..
maka hari ini aku akan melupakan hari esok dan aku akan merencanakan hari ini..
tetapi tidak terlalu habis-habisan
hari ini aku akan berhenti untuk menghidu sekuntum mawar
aku akan mengatakan kepada orang yang kucintai betapa aku mencintainya..
akau akan berhenti merencanakan hari esok dan berencana untuk menjadikan hari ini hari terbaik dalam hidupku..

hari ini adalah hari esok yang kutakutkan kemarin..
dan hari ini ternyata tidak ada yang harus kutakutkan..
maka hari ini akan kuenyahkan rasa takut akan hal-hal yang tak kuketahui..
aku akan merangkul hal-hal yang tak kuketahui itu sebagai pengalaman belajar..
hari ini, tidak seperti kemarin, aku tidak akan menakutkan hari esok

hari ini adalah hari esok yang kuimpikan kemarin,,
dan sebagian dari mimpi yang kumimpikan kemarin jadi kenyataan hari ini..
maka hari ini aku akan terus memimpikan esok
dan mungkin ada lebih banyak lagi mimpi yang kuimpikan hari ini yang akan jadi kenyataan besok.

hari ini adalah hari esok yang tujuannya kutetapkan kemarin,,
dan aku mencapai sebagian tujuan itu hari ini..
maka hari ini aku akan menetapkan tujuan yang sedikit lebih tinggi untuk hari ini dan esok,
dan jika esok ternyata seperti hari ini..
aku pasti akan bisa mencapai semua tujuanku suatu saat nanti!!

–dikutip dari buku Satu Tiket ke Surga, oleh Zabrina a.bakar–