Pada Akhirnya, kita Hanyalah Manusia

itu judul salah satu artikel di sebuah majalah mingguan yang barusan kubaca:)
entah kenapa aku tertarik dengan judul ini, mm..mungkin sedang agak cocok dengan suasana hati.

pagi tadi, aku baru saja menghadapi ujian tulis ke 2/sumatif 2 untuk modul yang sedang aku jalani di kampus, yaitu modul metabolik endokrin (belajarnya tentang metabolisme dan penyakit-penyakit metabolisme gitu deh, kayak diabetes, gondok, de el el).
jujur saja, aku merasakan kebimbangan yang amat sangat waktu tadi lagi ujian..hehe..soalnya rasanya semua pilihan jawabannya membingungkan..kayaknya yang A bener, eh apa yang C ya? atau yang E aja ya?
bwahahaa.. aku pede aja deh..hihi..dan..
teng teng teng..lewat sudah ujiannya..kumpulin kertas jawaban!!😀

seperti biasa, kalo habis ujian, anak2 langsung deh pada heboh sendiri, ada yang bahas soal, nyocok2in jawaban sama temen berharap banyak yang sama ama dia jawabannya :p dan juga ada yg langsung cross-cek ulang jawabannya sama diktat kuliah (wow!! niat abis)
dan seperti biasa juga, aku keluar kelas dengan gaya “cool”, bodo deh..udah kelar kan??😛 hihi..

walaupun jauh dalam hatiku, sungguh aku was-was..khawatir, ya Allah, gimana ya hasilnya? astaga..sungguh tidak menyangka ujiannya akan seperti tadi..dibilang susah banget gak juga, tapi membingungkan😦

selanjutnya, untuk mengisi waktu dan menenangkan diri yang mulai gak tenang, mulailah aku baca ntu majalah yang dibeli kemarin..dan nemulah artikel yang judulnya sama kayak judul postingan ini >,<

disitu ditulis:

” kita hanyalah manusia. pada akhirnya, pengakuan itu harus hadir dalam setiap diri kita, untuk menancapkan kesadaran agar kita tidak terlalu jauh menyimpang, lupa dan sombong. pengakuan itu harus pula hadir untuk menyatakan kebenaran firmanNya, “Dan manusia itu dijadikan bersifat lemah” (QS.An Nisa’ 28) “

hmm..yaa..betapa manusia itu adalah kumpulan kelemahan dari banyak sisi..toh kita juga diciptakan hanyalah dari air mani.
Dan dari segi ilmu, sungguh Allah tidak memberikan kepada kita kecuali sedikit saja..

kita hanyalah manusia, yang lemah dan tak punya kuasa kecuali kuasa yang dititipkan Allah kepada kita

tapi kita seringkali kalah bertasbih, bahkan oleh seekor burung sekalipun
tapi kita sering lalai, padahal Allah lah yang membuat kapal berlayar
tapi kita sering lupa, padahal yang disambar seekor lalat pun tak kuasa kita kembalikan
tapi kita sering tak sadar, padahal sehelai daun yang jatuh pun Allah mengetahuinya

pada akhirnya, kita memang harus sadar. bahwa kita hanyalah manusia..
ilmu dan pengetahuan kita, amatlah sedikit, hanya ibarat setitik air di tengah samudra yang luas.
tapi kita seringkali lupa.. bahwa kuasaNya lah atas segala..
betapa mudahnya, membolak balik hati dan pikiran kita,

ah, Allah, maafkanlah aku, mungkin aku sudah terlalu sombong selama ini,
padahal, baru dikasih soal ujian kayak yang tadi aja aku udah keliyengan :p

astaghfirullaah..
aku kecil, Allah
hanya sekecil biji pasir
atau bahkan lebih kecil

sampai disini, aku sedikit lebih lega, entah kenapa..

nah, hasil ujianku tadi akan diumumkan nilainya besok (katanya🙂 )
sejujurnya, aku bukan tipe yang terlalu peduli sama nilai
bagiku, nilai hanyalah bonus, yang harus kita kejar adalah pemahaman
tapi, aku juga gak mau dong kalau sampe harus ngulang ujian :p
hehe..wah, makin deg-deg kan lah pokoknya..

tapi teman, kini hatiku sudah lebih tenang,
toh, kita hanyalah manusia.
tak ada kuasa menolak kehendaknya
dan apapun yang sudah menjadi bagian kita nanti, itulah keputusanNya
dan Dia lah Sang Maha Pemberi Keputusan
tentu saja, keputusan dari seorang Maha Pemberi akan selalu jadi yang terbaik🙂

jadi, esok hari akan kuhadapi dengan senyumku yang paling manis :p
dan mulai besok, aku akan berusaha menjadi lebih baik..insyaAllaah
walaupun toh aku hanyalah manusia, tapi mungkin saja bisa menjadi salah satu manusia yang tinggi lagi mulia di hadapanNya

aamiiin :))

baiklah, sekian saja yaa..
be happy🙂