Kembali hati ini mempertanyakan, apakah takdir itu? Seperti apa rupanya?
Seperti apa takdirku? Jalan gelap kelam berliku ataukah akan ada ujung yang cahayanya cerah?

Pena telah diangkat. Tinta telah kering.
Ya, aku tau.
Lalu mengapa hati ini tidak selalu lapang akan ketetapanNya?

Seperti hari-hari ini.
Ketika segala telah tampak sempurna, tapi Dia menghendaki berbeda. Maka jadilah sesuai inginNya.

Dan apalah hak kita untuk menentang, satu sisi hati berbicara.
Tapi bukankah seharusnya begini dan begitu…? Kata suara dr sisi hati yg lain .

Mungkin hanya soal persepsi dan rasa. Maka ampunilah jika persepsi dan rasaku belumlah sebenar seorang hamba.

اَللّهُ, ajari aku caranya menghamba
Agar tegar hatiku ketika mengeja tiap huruf yang kau takdirkan untukku…

Posted with WordPress for BlackBerry.